Showing posts with label akhlak. Show all posts
Showing posts with label akhlak. Show all posts

Sunday, 20 December 2015

Kagum kepada seseorang

Seorang lelaki  boleh angaukan secara luarbiasa seorang wanita, walaupun dia belum tahu wanita itu cintakan dia atau tidak. Begitu juga sebaliknya. Hal ini boleh jadi disebabkan oleh 'ain.

Kalau dalam bahasa inggerisnya disebut sebagai 'evil eye'. Pengaruh pandangan. Perkara Penyakit ain ini boleh menyerah siapa sahaja, dari siapa sahaja. Seorang lelaki yang kagum dengan kecantikan wanita, boleh berlaku 'ain. Seorang wanita memandang seorang lelaki juga boleh belaku 'ain.

Sebab itu, kita perlu hati-hati apabila ada orang mengungkapkan kekaguman kepada kita. Ia boleh belaku tanpa sedar. Boleh jadi akan beraku 'ain.

Keluarga awak hebat-hebat

Saya sangat kagum dengan awak

Kau hebatlah

Kenapa keluarga kau hebat-hebat sangat

Geramnya aku tengok kau

Dan pelbagai lagi ungkapan. Kita juga harus berhati-hati apabila mengagumkan melahirkam rasa kagum kepada seseorang. Atau menyimpan rasa kagum. Kerana, kesan 'ain mampu menimpa kita dan mampu juga menimpa orang yang kita kagumi. Kadang kita anggap biasa.

Ain juga boleh datang disebabkan dengki atau kebencian. Tetapi, perkara ini memang kita sedia maklum. Yang kita selalu terlepas pandang ialah 'ain yang disebabkan kekaguman. Saya ada sedikit pengalaman mengenai 'ain. Saya akan kongsikan dientri akan datang.

Sebab itu, andai kita tidak bisa melupakan seseorang, hingga ia sentiasa diingat oleh kita setiap detik dan setiap masa, dalam tandas, dalam bilik, ketika berseorangan dan ketika ibadah, hal ini mungkin disebabkan oleh 'ain. Sebab itu Al Quran menganjurkan dan menyuruh kita untuk menjaga pandangan. Memang, melihat perkara yang indah dan jelita itu mengasyikkan. Tetapi, ia akan mendatangkan kesan kepada kehidupan seharian, mental, malah emosi kita.

Merenung mata ajnabi, ia ialah sesuatu yang indah bagi sebahagia besar kita. Dari padangan, turun ke hati. Kemudian, berputiklah perasaan yang indah dalam hati. Ia mengalir keseluruh tubuh. Perasaan itu bermain-main dalam minda, perasaan dan jiwa. Sangat lama. Walaupun, kita hanya bertentang mata seketika. Namun, kesannya amatlah parah sebenarnya. Ditambah pula, kita tidak mempunyai ilmu dan tidak tahu tentang amalan yang diajar Rasulullah tentang doa dan zikir untuk mengatasi penyakit 'ain. Yang tahu tapi tak amal pun satu masalah.

Ada sebuah penulisan yang menarik yang ingin saya kongsikan yang harus kita hadam. Kerana, penyakit 'ain ini dinyatakan oleh Rasulullah. Kesanya kepada kehidupan sangat luarbiasa. Hingga mampu melibatkan taqdir. Cuba hadam baik-baik penulisan ini:

https://muslimah.or.id/42-menjaga-anak-dari-bahaya-ain.html

Penulis: Ummu Ziyad
Muroja’ah: Ust. Subhan Khadafi, Lc.

Kenikmatan adalah hal yang didambakan setiap orang. Dan setiap kenikmatan juga dapat sekaligus menjadi ujian bagi seseorang. Salah satu kenikmatan yang dikaruniakan oleh Allah bagi sepasang insan adalah hadirnya sang buah hati dalam kehidupan. Ketika telah lahir, maka fisiknya yang lucu mengundang orang untuk memandang, memanjakan, menyentuhnya. Dan ketika tumbuh beranjak menjadi sosok kanak-kanak, tetap tingkah lakunya banyak mengundang perhatian orang.

Dengan sebab ini, maka perlulah kita ketahui sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam“Setiap yang memiliki kenikmatan pasti ada yang iri (dengki).” (Shahihul Jami’ 223. Lihat majalah Al Furqon). Perlu menjadi perhatian bagi orang tua bahwa dalam syari’at Islam telah dijelaskan adanya bahaya ‘ain (pandangan mata) terutama bagi anak-anak. Pandangan mata yang berbahaya ini dapat muncul dengan sebab kedengkian orang yang memandang atau karena kekaguman.

Bahaya ‘Ain

Ibnu Qoyyim rohimahullah dalam kitabTafsir Surat Muawwadzatain berkata, “Bahaya dari pandangan mata dapat terjadi ketika seseorang yang berhadapan langsung dengan sasarannya. Sasaran tukang pandang terkadang bisa mengenai sesuatu yang tidak patut didengki, seperti benda, hewan, tanaman, dan harta. Dan terkadang pandangan matanya dapat mengenai sasaran hanya dengan pandangan yang tajam dan pandangan kekaguman.” Pengaruh dari bahaya pandangan mata pun hampir mengenai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallamsebagaimana firman-Nya,

وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ

“Sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar al Qur’an dan mereka mengatakan ‘Sesungguhnya dia (Muhammad) benar-benar gila.” (Al Qalam [68]: 51)

Terdapat pula hadits dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

العين حقُُّ ولو كان شيء سابق القدر لسبقته العين

“Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya.” (HR. Muslim)

Subhanallah, lihatlah bagaimana bahaya ‘ain telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan As Sunnah. Dan terdapat pula contoh-contoh pengaruh buruk ‘ain yang terjadi pada masa sahabat. Salah satunya adalah yang terjadi ada Sahl bin Hunaif yang terkena ‘ain bukan karena rasa dengki namun karena rasa takjub. Sebagaimana dalam hadits,

Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif menyebutkan bahwa Amir bin Rabi’ah pernah melihat Sahl bin Hunaif mandi lalu berkatalah Amir, “Demi Allah, Aku tidak pernah melihat (pemandangan) seperti hari ini, dan tidak pernah kulihat kulit yang tersimpan sebagus ini.” Berkata Abu Umamamh, “Maka terpelantinglah Sahl.” Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi Amir. Dengan marah beliau berkata, “Atas dasar apa kalian mau membunuh saudaranya? Mengapa engkau tidak memohonkan keberkahan (kepada yang kau lihat)? Mandilah untuknya!” Maksudnya Nabi menyuruh Amir berwudhu kemudian diambil bekas air wudhunya untuk disiramkan kepada Sahl dan ini adalah salah satu cara pengobatan orang yang tertimpa ‘ain bila diketahui pelaku ‘ain tersebut (*). Maka Amir mandi dengan menggunakan satu wadah air. Dia mencuci wajah, kedua tangan, kedua siku, kedua lutut, ujung-ujung kakinya dan bagian dalam sarungnya. Kemudian air bekas mandinya itu dituangkan kepada Sahl, lantas dia sadar dan berlalulah bersama manusia.” (HR. Malik dalam al Muwaththa 2/938, Ibnu Majah 3509, dishahihkan oleh Ibnu Hibban 1424. sanadnya shahih, para perawinya terpercaya, lihat Zaadul Ma’ad tahqiq Syu’aib al Arnauth dan Abdul Qadir al Arnauth 4/150 cet tahun 1424 H. Lihat majalah Al Furqon).

(*) Kata mandi yang ada di sini maksudnya adalah berwudhu sebagaimana disebutkan Imam Malik dalam kitab Al MuwatthoWallahu a’lam.

Tanda-Tanda Terkena ‘Ain

Tanda-tanda anak yang terkena ‘ain di antaranya adalah menangis secara tidak wajar (bukan karena lapar, sakit atau mengompol), kejang-kejang tanpa sebab yang jelas, tidak mau menyusu pada ibunya tanpa sebab, atau kondisi tubuh sang anak kurus kering dan tanda-tanda yang tidak wajar lainnya.

Sebagaimana dalam hadits dari Amrah dari ‘Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata, “Pada suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk rumah. Tiba-tiba beliau mendengar anak kecil menangis, lalu Beliau berkata,

ما لِصبيِّكم هذا يبكي قهلاََ استرقيتم له من العين

“Kenapa anak kecilmu ini menangis? Tidakkah kamu mencari orang yang bisa mengobati dia dari penyakit ‘ain?” (HR. Ahmad, Baqi Musnadil Anshar. 33304).

Begitu pula hadits Jabir radhiallahu’anhubahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Asma’ binti Umais,“Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma menjawab, “Tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘ain”. Beliau berkata, “Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!” (HR. Muslim, Ahmad dan Baihaqi)

Berlindung dari Bahaya ‘Ain

Sesungguhnya syari’at Islam adalah sempurna. Setiap hal yang mendatangkan bahaya bagi umatnya, maka Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam tentu telah menjelaskan tentang perkara tersebut dan cara-cara mengantisipasinya. Begitu pula dengan bahaya ‘ain ini.

1. Bagi Seseorang yang Memungkinkan Memberi Pengaruh ‘Ain

Berdasarkan hadits Abu Umamah di atas maka hendaknya seseorang yang mengagumi sesuatu dari saudaranya maka yang baik adalah mendoakan keberkahan baginya. Dan berdasarkan surat Al Kahfi ayat 39, maka ketika takjub akan sesuatu kita juga dapat mengucapkan doa:

مَا شَآءَ اللهُ لاَ قُوَّةَ إلاَّ بِا للهِ

Artinya:

“Sungguh atas kehendak Allah-lah semua ini terwujud.”

2. Bagi yang Memungkinkan Terkena ‘Ain

Sesungguhnya ‘ain terjadi karena ada pandangan. Maka hendaknya orang tua tidak berlebihan dalam membanggakan anaknya karena dapat menimbulkan dengki ataupun kekaguman pada yang mendengar dan kemudian memandang sang anak. Adapun jika memang kenikmatan itu adalah sesuatu yang memang telah nampak baik dari kepintaran sang anak, fisiknya yang masya Allah, maka hendaknya orang tua mendoakan dengan doa-doa, dzikir dan ta’awudz yang telah diajarkan Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, diantaranya adalah surat muawadzatain (surat Annas dan al-Falaq). Ada pula do’a yang biasa diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta perlindungan untuk Hasan dan Husain, yaitu:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانِِ وَ هَامَّةِِ وَ مِنْ كُلِّ عَيْنِِ لامَّةِِ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang telah sempurna dari godaan setan, binatang beracung dan dari pengaruh ‘ain yang buruk.” (HR. Bukhari dalam kitab Ahaditsul Anbiya’: 3120)

Atau dengan doa,

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَِ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang telah sempurna dari kejahatan makhluk-Nya.” (HR. Muslim 6818).

Kemudian, terdapat pula do’a yang dibacakan oleh malaikat Jibrilalaihissalam ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat gangguan setan, yaitu:

بِسْمِ اللهِ أرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءِِ يُؤْذِيْكََ مِن شَرِّ كُلِّ نَفْسِِ وَ عَيْنِ حَاسِدِِ اللهُ يَشْفِيكَ

“Dengan menyebut nama Allah, aku membacakan ruqyah untukmu dari segala sesuatu yang menganggumu dari kejahatan setiap jiwa dan pengaruh ‘ain. Semoga Allah menyembuhkanmu.”

Dan terdapat do’a-do’a lain yang dapat dibacakan kepada sang anak untuk menjaganya dari bahaya ‘ain ataupun menyembuhkannya ketika telah terkena ‘ain. (lihat Hisnul Muslim oleh DR. Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani atau Ad Du’a min Al Kitab wa As Sunnah yang telah diterjemahkan dengan judul Doa-doa Dan Ruqyah dari Al-Qur’an dan Sunnah oleh DR. Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani)

Kesalahan-Kesalahan Dalam Penjagaan dari Bahaya ‘Ain atau Sejenisnya

Memang bayi sangat rentan baik dari bahaya ‘ain ataupun gangguan setan lainnya. Terdapat beberapa kesalahan yang biasa terjadi dalam menjaga anak dari gangguan tersebut karena tidak berdasarkan pada nash syari’at. Diantara kesalahan-kesalahan tersebut adalah:

Menaruh gunting di bawah bantal sang bayi dengan keyakinan itu akan menjaganya. Sungguh ini termasuk kesyirikan karena menggantungkan sesuatu pada yang tidak dapat memberi manfaat atau menolak bahaya.Mengalungkan anak dengan ajimat, mantra dan sebagainya. Ini juga termasuk perbuatan syirik dan hanya akan melemahkan sang anak dan orang tua karena berlindung pada sesuatu selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Perlulah kita selalu mengingat, bahwa sekalipun kita mengetahui bahaya ‘ain memiliki pengaruh sangat besar dan berbahaya, namun tidaklah semua dapat terjadi kecuali dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan kita sebagai orang Islam tidaklah berlebihan dalam segala sesuatu. Termasuk dalam masalah ‘ain ini, maka seseorang tidak boleh berlebihan dengan menganggap semua kejadian buruk berasal dari ‘ain, dan juga tidak boleh seseorang menganggap remeh dengan tidak mempercayai adanya pengaruh ‘ain sama sekali dengan menganggapnya tidak masuk akal. Ini termasuk pengingkaran terhadap hadits-hadits shahih Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Sikap yang terbaik bagi seorang muslim adalah berada di pertengahan, yaitu mempercayai pengaruh buruk ‘ain dengan tidak berlebihan sesuai dengan apa yang dikhabarkan Nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam. Wallahu a’lam.

Update per tanggal 22 Januari 2012, Penulis mendapatkan faedah baru tentang mendoakan keberkahan agar orang lain tidak terkena ‘ain. Silakan baca selengkapnya di sini.

Maraji’:

Majalah Al Furqon edisi 4 Tahun V/Dzulqo’dah 1426.

Doa-Doa dan Ruqyah dari Al Qur’an dan Sunnah. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al Qahthani. Media Hidayah. 2004.

Tafsir Surah Muawwadzatain. Imam Ibnu Qoyyim Al Jauziyah. Akbar. 2002.

Tumbuh di Bawah Naungan Ilahi. Syaikh Jamal Abdul Rahman. Media Hidayah. 2002.

***

Artikel www.muslimah.or.id

Saturday, 13 December 2014

PLKN: beginilah tenatnya ummat...






sedar tak sedar, sudah genap satu tahun daripada tarikh aku tercalon sebagai pelatih PLKN, di laman sosial, ramai dah yang mula update tentang PLKN. tahun ini pelatih PLKN kumpulan 1 masuk ke kem awal. bulan 12 mereka sudah mula masuk kem dan mula latihan. aku dulu bula jsatu baru masuk kem. aku mohon maaf kepada semua adik-adik pelatih PLKN kumpulan 1 tahun ini kerana lambat 'share' tentang pengalaman aku di PLKN tahun lepas. rasa serba salah pun ada. tak apa, aku rasa masih belum terlambat untuk aku 'share' pengalaman aku hari ini.

entry kali ini sebenarnya bukanlah aku nak share sangat tentang kehidupan di PLKN. bagi aku, kalau aku nak share semua pengalamanku sepanjang aku berada di PLKN, aku boleh jadikan ia sebagai satu trevelog atau novel. aku cuma nak share lebih kurang macam panduan kehidupan di PLKN. buat pengetahuan semua, kehidupan di PLKN banyak ranjau dan tribulasinya.




jadi, persiapan rohani dan mental yang kuat perlu dipasak dalam diri supaya kita tetap menjadi diri kita yang asal sebelum dan selepas keluar daripada PLKN, yang beruba cuma ilmu, ilmu menjadi semakin bertambah. orang yang tak ada ilmu jati diri yang kuat dalam dirinya akan terpengaruh dengan suasana di PLKN.

buat pengetahuan semua, PLKN beri banyak pengalaman baru kepada aku. macam-macam perkara aku jumpa di sini. di sinilah aku jumpa pesara-pesara tentera yang sangat cekap dan berpengalaman dalam ilmu kehidupan, di sinilah aku mula memahami dunia ketenteraan dengan lebih mendalam, disinilah aku jumpa dengan tentera-tentera yang berpengalaman, di sinilah aku bertemu dengang orang-orang yang berjasa kepada negara tanpa nama mereka dikenang, namun jasa mereka memberi kesan.



namun, disini jugalah aku baru mula menyedari tentang kehidupan kebanyakan remaja Malaysia. kalau dahulu, aku cuma membaca dan mendengar berita-berita yang terpampang di media massa tentang gejala-gejala negatif yang dilakukan oleh remaja, kini aku berjumpa dan bergaul sediri dengan mereka. di sinilah aku bertemu dengan bermacam-macam jenis manusia, pelbagai latar belakang dan bermacam-macam ragam. ada diantara mereka yang pernah mengambil dadah, kaki langgan perempaun, kaki keluar malam, peminum arak, kaki lepak tegar, mat rempit tegar, playboy tegar, dan bermacam ragam lagi. ini baru lelaki, tbagaimana pula dengan perempuan? aku ceritakan semua ini sebab aku nak sedarkan golongan intelek diluar sana, inilah remaja kita. ramai lagi manusia diluar sana masih tidak tahu banyak benda dan banyak perkara, mereka mudah terpengaruh dengan media. ada yang tidak ada jati diri dan mudah terpengaruh. ada juga yang hidup sekadar hidup.



kawan-kawan dipersekitaran kita akan mempengaruhi kita. di PLKN, semua pelatih harus tinggal di kem selama lebih kurang tiga bulan. jadi, bagi aku persekitaran yang sebegini boleh dikatakan persekitaran yang negatif dan tidak bagus untuk membentuk akhlak. aku telah lihat segalanya. berapa ramai yang dahulunya sebelum masuk PLKN seorang yang pendiam, hanya seorang budak kampung biasa, jarang bersosial, jarang bergaul bebas antara lelaki dan perempuan, tidak keluar malam, namun apabila keluar PLKN terjebak dengan perzinaan dan hubungan yang terlarang antara lelaki dan perempuan. sangat bahaya! tiga bula bukan satu tempoh yang sekejap! ada pakar motivasi menyatakan:

"cukuplah 40 hari untuk membuatkan seseorang itu terpegaruh dengan persekitarannya dan merasa selesa"

jadi, aku nasihatkan kepada pelatih PLKN diluar sana, walaupun nasihat aku ini melanggar peaturan kebanyakan kem PLKN, tetapi, demi memjaga akhlak, aku nasihatkan supaya 'simpan' hand phone untuk membolehkan anda berhubung dengan ibu bapa anda dan sahabat anda untuk memperoleh nasihat disaat diri terasa lemah dan hanyut.

 bagi yang minat membaca, bawalah buku-buku yang mampu menguatkan kembali jato diri kalian disaat diri terasa ingin dihanyutkan oleh 'biah' yang kurang bagus itu.

 pastikan catat semua apa yang anda lakukan sepanjang anda berada di alam PLKN, supaya anda mampu muhasabah diri anda.

 tulis kata-kata yang mampu menguatakan semangat anda untu terus memperolejh sebanyak mungkin pengalaman di PLKN dan tidak terpengaruh denga budaya negatif di PLKN.

 banyakkan menulis dan masa untuk diri sendiri berbanding bersosial dengan oramg lain atau mendekati kawan-kawan yang mempunyai akhlak yang tidak bagus.

 dampingi dan dekati kawan-kwan yang mempunya tahap intelek yang tinggi dan mentaliti kelas satu, aku yakin anda mampu menilainya. dampingi 'cikgu', ramahlah dengan mereka kerana mereka mempunyai banyak ilmu dan pengalaman.

 berdamping dengan orang dewasa membuatkan kita memjadi matang. malah, berdampinglah dengan pesara-pesara tetera atau jurulatih fizikal anda kerana pengalaman mereka luar  biasa luasnya.

 kalau diikutkan hati, banyak perkara lagi yang ingin aku share di sini, namun, cukup ini sahaja untuk kali ini, insyaAllah aku akan sambung lagi menulis pesanan-pesanan yang berguna untuk anda sepanjang anda berada di PLKN. jangan lupa komen dan follow blog ini.

bersambung...


Tuesday, 9 December 2014

RISAULAH AMALAN TIDAK DITERIMA

risaunya amalan tidak diterma
siapa sangka, ada manusia yng berjihad dijalan Allah, namun dihumban, diheret kakinya keatas mukanya kebawah, lalu dilempar kedlam neraka kerana niatnya yang tidak ikhlas.
siapa sangka orang yang menuntut ilmu meskipun ilmu agama, menjadi celaka kerana niatnya yang tidak ikhlas
begitu juga dermawan, yang selalu mendermakan hartanya, celaka dan rugi kerana niatnya bukan kerana Allah.

ayuh sama-sama kita renung kata-kata kekasih buah hati tercinta kita, Rasulullah. kata-kata ini seharusnya menyedarkan dan menggerunkan kita lalu mampu menjadikan kita lebih berwaspada dalam beramal dan berhati-hati daripada tipu daya iblis dan syaitan untuk memesongkan niat kita dalam beramal.mafhumnya:


Sabda Nabi s.a.w: “Orang yang awal dibicarakan pada Hari Kiamat seorang yang mati syahid. Dia dibawa memperkenalkan diri. Allah bertanya: “Apakah yang telah engkau lakukan di dunia?” Dia menjawab: “Aku telah berperang keranaMU sehingga syahid”. Allah berkata: “Engkau bohong, sebaliknya engkau berperang supaya engkau dikatakan berani, dan itu telah pun dikatakan padamu”. Lalu diperintahkan agar dia dihukum, diheret wajahnya sehingga dihumbankan ke dalam neraka.

Datang pula seorang yang lain yang mempelajari ilmu, mengajarnya dan membaca al-Quran. Dia dibawa memperkenalkan diri. Allah bertanya: “Apakah yang telah engkau lakukan di dunia?” Dia menjawab: “Aku telah mempelajari ilmu, mengajarnya dan membaca al-Quran keranaMU”. Allah berkata: “Engkau bohong, sebaliknya engkau belajar ilmu supaya engkau dikatakan alim dan engkau baca al-Quran supaya engkau dipanggil qari. Itu telah pun dikatakan padamu”. Lalu diperintahkan agar dia dihukum, diheret wajahnya sehingga dihumbankan ke dalam neraka.

Datang pula seorang yang Allah luaskan rezekinya dan telah diberikan pelbagai jenis harta. Dia dibawa memperkenalkan diri. Allah bertanya: “Apakah yang telah engkau lakukan di dunia? Dia menjawab: “Aku tidak tinggal satu jalan pun yang Engkau suka untuk didermakan melainkan aku telah pun menderma padanya keranaMU”. Allah berkata: “Engkau bohong, sebaliknya engkau lakukan supaya engkau dikatakan pemurah, dan itu telah pun dikatakan padamu”. Lalu diperintahkan agar dia dihukum, diheret wajah sehingga dihumbankan ke dalam neraka. (riwayat Muslim).


soal niat ikhlas atau tidak ikhlas adalah soalan aqidah dan tauhid
ia bukan perkara main-main
membuat amal bukan kerana Allah ibarat kita menanam sayuran diladang encik A, namun kita meminta upah kepada encik B, tidakkah kelihatan sangat celaka?

risaulah amalan kita tidak diterima,
atas dasar apa kita memunaikan solat lima waktu sehari semalam? atas dasar apa kita berhijab dan menuntup aurat? adakah kita melakukan suruhan Allah dan syariat islam setelah sains dan kajian membuktikan bahawa ajaran islam ini membawa kesihatan dan keselamatan kepada manusia, meraih publisiti atau kita menunaikan semua itu kerana berimannya kita kepada Allah? takutnya kita akan kemurkaan Allah? kemaruknya kita akan kasih sayang Allah?

niat ialah soal aqidah, ia bukan perkara main-main. silap niat kita dalam beramal, ibarat silap kita meletakkan alamat ketika menghantar surat atau kita tersilap menekan nombor telefon ketika hantar mesej, whatssapp, wechat atau facebook messeger. ia merupakan perkara terpenting dalam kehidupan seorang manusia atau makhluk yang bergelar manusia...

posted from Bloggeroid

Saturday, 29 November 2014

benarkah kawan mampu mempengaruhi akhlak dan sikap seseorang?







sedih memikirkan keadaan ummah masa kini.
bagiku sekarang, sangat susah untuk mencari 'biah solehah' atau suasana yang penuh ketaatan kepada Allah, khususnya pelajar-pelajar sekolah, berdasarkan pengalamanku, ramai remaja-remaja yang pada asalnya mendapat didikan yang bagus dari ibu bapa ketika berada dirumah sewaktu dialam sekolah rendah, namun, disebabkan orang yang tidak mentaati perintah Allah lebih ramai dan dominan di sekolahnya ketika dia memasuki alam sekolah menengah, dia terpengaruh dengan kawan-kawannya.

terutamanya apabila remaja tersebut tinggal di asrama, sekolah berasrama penuh lebih dasyat. bukan apa, bayangkan seorang remaja yang dulunya mendapat didikan sepenuhnya daripada ibu bapanya dengan didikan yang baik, mindanya tidak terdedah langsung dengan gejala-gejala negatif yang diamalkan kebanyakan remaja, tiba-tiba, dia melihat gejala-gejala tersebut dihadapan matanya, hal ini akan membawa kepada kejutan budaya yang menyebabkan pelbagai perkara boleh belaku kepada remaja ini. dua kemungkinan besar yang mampu berlaku.

1. remaja ini akan mengalami kemurungan atau bertindak agresif seperti cepat menghukum.

2. remaja ini akan terikut-ikut dengan rakan-rakannya yang seringin mempengaruhinya.

kuasai ilmu mendidik anak

oleh itu, pendidikan anak yang tepat perlu dikuasai oleh ibu bapa supaya situasi-situasi di atas tidak berlaku.
kebanyakan ulama terdahulu yang mencipta nama dan jasaya masih mengalir sehingga sekrang disebabkan mereka mendapat pendidikan secara terus daripada ibu bapa mereka.namun, tak dinafikan, ada juga ulama yang berguru dengan orang asing dan bukan ibu bapanya, namun, guru yang mereka pelajari ilmunya itu guru yang benar-benar faqih dan A'lim.hal ini menunjukkan betapa pentingnya suasana yang baik dalam melahirkan seorang anak yang tinggi cita-cita dan besar jiwanya.

situasi masa kini


aku merupakan pelajar asrama yang tegar, sewaktu aku dialam sekolah rendah, aku belum lagi tinggal diasrama, darjah satu hingga darjah enam. aku mula memasuki asrama sewaktu aku tingkatan satu dan aku memasuki asrama penuh sewaktu aku tingkatan empat hingga tingkatan lima. boleh dikatankan 5 daripada 11 tahun alam persekolahanku aku dihabiskan di 'dunia asrama'.

jadi, berdasarkan pengalaman aku, aku dapat rasakan bahawa betapa besarnya pengaruh kawan dalam membentuk sikapku sekarang. aku rasa, begitu juga orang lain. malahan, kalau pelajar asrama penuh yang waris atau ibu bapanya jarang melawatnya dan pengetua sekolah tersebut kurang dan jarang membenarkan pelajarnya 'balik kampung',dan pengetua sekolah tersebut hanya membenarkan pelajar balik kampung sebulan sekali atau dua bulan sekali, pelajar yang menghadapi situasi ini, sikap dan akhlaknya lebih cenderung untuk terpengaruh oleh rakan-rakannya di asrama. remaja kurang berhubung dengan keluarga hingga membuatkan remaja tersebut lebi selesa dengan kawan-kawannya. apabila anak remaja sampai ketahap ini. keadaan akan menjadi lebih parah.

bersambung...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...